Menunaikan ibadah haji adalah puncak pengabdian seorang Muslim kepada Allah SWT, namun ia bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima secara fizikal. Sebaliknya, seorang Muslim perlu lebih teliti akan adab haji.
Haji menuntut kesungguhan niat, disiplin diri, dan kesadaran sosial dalam melaksanakan setiap ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya segala amalan itu bergantung kepada niat.”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Niat yang tulus dan fokus sepenuhnya kepada Allah adalah asas setiap ibadah, termasuk haji.
Oleh itu, setiap elemen dalam pelaksanaan haji harus dijalankan dengan adab dan tertib, agar ibadah diterima dan berjalan lancar.
Salah satu adab haji dan aspek penting yang ditegaskan dalam haji adalah larangan mengambil foto dan video di beberapa titik Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sejak 2017, Arab Saudi telah menetapkan larangan ini. Tujuannya bukan sekadar membatasi, tetapi untuk memastikan ibadah berjalan dengan aman, tertib, dan khusyuk.
Larangan ini kembali ditegaskan untuk Haji 2026, khususnya di kawasan padat seperti tawaf, depan Kaabah, Hajar Aswad, Safa-Marwah, dan Raudhah.
Fenomena jemaah yang berhenti tiba-tiba untuk selfie atau mengambil video mengganggu aliran pergerakan dan mengurangkan kekhusyukan jemaah lain.
Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya menjaga ketertiban dalam berjemaah:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(Hadis riwayat Ahmad dan Al-Hakim)
ARTIKEL BERKAITAN: Kereta Kabel Hira Bakal Tingkatkan Pengalaman Ziarah Jemaah Haji & Umrah Ke Tapak Sejarah Wahyu Pertama Nabi
Adab haji: Utamakan kepentingan bersama
Dengan kata lain, menjaga aliran pergerakan, tidak mengganggu jemaah lain, dan menciptakan suasana ibadah yang nyaman termasuk dalam adab haji.
Hal ini selaras dengan prinsip Islam yang mengutamakan kepentingan bersama dan keselamatan jemaah, terutama di kawasan yang padat.
Selain menjaga kekhusyukan, larangan ini juga berkaitan dengan privasi jemaah lain.
Setiap jemaah berhak menjalankan ibadah tanpa terganggu oleh kamera atau telefon yang digunakan untuk mengambil foto dan video.
Menghormati privasi orang lain adalah sebahagian daripada sunnah Rasulullah ﷺ, yang bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Jangan menimbulkan bahaya dan jangan membalas bahaya dengan bahaya.”
(Hadis riwayat Ibnu Majah)
Dengan menghormati hak dan privasi sesama jemaah, suasana ibadah menjadi lebih tenang dan damai.
Selain itu, keselamatan menjadi faktor utama. Di kawasan padat, berhenti secara tiba-tiba atau bersesak untuk selfie berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi jemaah lanjut usia atau mereka yang kurang sihat.
Untuk itu, jemaah disarankan fokus pada ibadah, mengikuti arahan petugas, dan memastikan alur pergerakan tetap lancar dan tertib.
Jaga kesucian juga adab haji
Adab haji yang benar juga termasuk menjaga kebersihan diri, berpakaian sopan, dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
الطَّهَارَةُ شَطْرُ الإِيمَانِ
“Kesucian adalah separuh daripada iman.”
(Hadis riwayat Muslim)
Kebersihan dan kepatuhan terhadap peraturan bukan hanya menyentuh aspek duniawi, tetapi juga spiritual.
Dengan mengutamakan adab haji, jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan diterima Allah SWT.
Mengabadikan momen ibadah sebaiknya dilakukan hanya di kawasan yang dibolehkan, jauh dari jalur utama tawaf atau area padat.
Hal ini memastikan pengalaman haji tetap fokus pada Allah, tidak terganggu oleh gangguan duniawi, dan menghormati hak jemaah lain.
Kepekaan terhadap lingkungan sekitar, kesabaran, dan kepatuhan terhadap aturan adalah tanda hati yang bersih dan niat yang tulus, dua elemen penting yang meningkatkan pahala haji.
Selain itu, mematuhi peraturan ini juga melatih kesabaran dan disiplin diri, aspek penting dalam ibadah haji.
Setiap jemaah belajar untuk menghargai waktu, ruang, dan keselesaan orang lain.
Rasulullah ﷺ menekankan bahwa ibadah berjemaah harus memperhatikan kepentingan bersama, agar setiap langkah dan ibadah dilaksanakan dengan aman dan tertib.
Kesimpulannya, adab haji adalah bahagian penting dari ibadah haji.
Larangan mengambil foto dan video di titik-titik tertentu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terutama pada Haji 2026, bertujuan untuk menjaga kelancaran ibadah, privasi, keselamatan, dan kekhusyukan jemaah.
Dengan mematuhi peraturan ini, fokus pada ibadah, menjaga privasi jemaah lain, dan mengikuti arahan petugas, setiap jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang, khusyuk, dan diterima Allah SWT.
Semoga Allah memberkati setiap langkah kita dan mempermudah ibadah haji bagi seluruh umat Islam.
Ikuti kami, Waktu Solat Malaysia di semua platform untuk dapatkan lebih banyak info bermanfaat:
Facebook: https://www.facebook.com/waktusolatmsia
Instagram: https://www.instagram.com/waktusolatmy
WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9S1HR6xCSNywYivK28
Telegram: https://t.me/waktusolat_my
TikTok: https://www.tiktok.com/@waktusolatmy
Threads: https://www.threads.com/@waktusolatmy
Sebagai penambahbaikan, kami ingin mendengar maklum balas anda tentang portal, artikel dan topik di Waktu Solat Malaysia. Sila luangkan sedikit masa untuk mengisi borang maklum balas di sini: https://forms.gle/cKnytmoA25T33hth9. Terima kasih atas sokongan anda!